Pargaraf Induktif Lengkap Dengan Jenisnya Dan Contohnya


Umum / Thursday, May 14th, 2020

Susunan pada sebuah paragraf biasanya diawali dengan kalimat utama yang kemudian diikuti dengan kalimat pendukung ataupun kalimat penjelas. Namun hal tersebut tidak belaku untuk paragraf induktif.

Jika paragraf deduktif biasanya diawali dengan kalimat utama kemudian diikuti kalimat penjelas. Hal itu berbeda dengan paragraf induktif. Secara sederhana paragraf induktif merupakan kebalikan dari paragraf deduktif.

Paragraf induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat penjelas atau pendukung kemudian diakhiri dengan kalimat utama. Pola yang ada pada paragraf induktif adalah dimulai dari dari khusus kemudian dilanjutkan ke umum.

Untuk membedakan paragraf induktif dengan paragraf lainnya, kalian dapat melihatnya dari ciri-ciri yang dimiliki paragraf induktif. Adapun ciri-ciri paragraf induktif diantaranya adalah memiliki kalimat utama yang merupakan kesimpulan dari paragraf induktif.

Berdasarkan jenisnya paragraf induktif dibedakan menjadi 3 macam. Untuk lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis paragraf induktif langsung saja simak informasi yang kami kutip dari web Hidupsimpel di bawah ini.

Paragraf Induktif Generalisasi

Jenis paragraf induktif yang pertama adalah generalisasi. Adapun yang dimaksud dengan generalisasi adalah sebuah pola pengembangan paragraf yang menggunakan pendekatan induktif, dimana penyajiannya diawali dari beberapa fakta yang menjadi sebuah kesimpulan di akhir kalimat.

Secara sederhana generalisasi berisi penjelasan-penjelasan ataupun fakta yang ada pada kalimat awal yang kemudian mejadi sebuah kesimpulan di akhir kalimat. Generalisasi dibedakan menjadi 2 macam yaitu generalisasi dengan loncatan induktif atau tanpa loncatan induktif.

Generalisasi loncatan induktif memberikan kalimat yang bertolak atau bertentangan dari beberapa fakta pada awal kalimat, yang mana fakta tersebut belum bisa menjelaskan keseluruhan fenomena yang terjadi.

Maka secara sederhana dapat dikatakan bahwa kalimat generalisasi jenis ini merupakan kalimat generalisasi yang lemah. Pasalnya kalimat awalnya mengandung fakta yang seluruhnya belum bisa menjelaskan keseluruhan fenomena.

Sedangkan yang dimaksud dengan generalisasi tanpa loncatan induktif merupakan kebalikan dari generalisasi loncatan induktif. Dimana paragraf jenis ini terdapat kalimat fakta yang dapat menggambarkan lengkap keseluruhan fenomena. Sehingga paragraf jenis ini termasuk paragraf yang sangat baik pasalnya dapat menyajikan data secara lengkap.

stocksnap.io

Paragraf Induktif Analogi

Penyusunan atau pembuatan paragraf yang satu ini dilakukan dengan cara membandingkan 2 hal yang memiliki kesamaan atau kemiripan satu sama lain, dimana antara 2 hal tersebut akan disimpulkan di akhir paragraf.

Dengan kata lain paragraf induktif analogi akan menjelaskan mengenai sebuah objek yang disamakan atau memiliki kesamaan dengan objek lainnya. Pada bagian awal paragraf jenis ini akan menjelaskan 2 hal yang akan menjadi topik pembicaraan.

Dimana kalimat selanjutnya berisi mengenai persamaan yang dimiliki oleh kedua hal tersebut. Namun hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan paragraf induktif jenis ini yaitu 2 hal atau objek yang dibandingkan haruslah sepadan.

Paragraf Induktif Hubungan Kausal

Jenis paragraf induktif yang satu ini adalah paragraf yang pola penyusunannya menggunakan pola paragraf induktif dimana kaliamat utama paragraf yang satu ini berada di akhir paragraf yang disebut dengan kesimpulan.

Paragraf yang satu ini biasanya diawali dengan fakta-fakta sebagai sebab yang kemudian disimpulkan menjadi fakta khusus yang pada akhirnya kalimat yang disebut sebagai akibat. Maka dengan kata lain paragraf induktif hubungan kausal disebut juga sebagai paragraf sebab akibat.

Contoh Paragraf Induktif 1 :

Penyelesaian permasalahan sampah plastik yang sedang terjadi sekarang ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan atau mendaur ulang sampah palstik menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan bermanfaat seperti kerajinan tangan dan lain sebagainya. Selain dengan cara mendaur ulag sampah palstik tersebut, penanganan sampah plastik bisa juga dilakukan dengan membakar sampah palstik tersebut.

Pembakaran sampah plastik tersebut hasrus dilakukan, pasalnya sampah palstik tidak mudah terurai apabila ditimbul ditanam tanah. Oleh sebab itu, kita sebagai warga yang baik dan peduli terhadap lingkungan harus menyadari bahwa sampah plastik itu sangat berbahaya atau memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan.

Kalimat utama yang ada pada contoh paragraf induktif diatas adalah oleh sebab itu, kita sebagai warga yang baik dan peduli terhadap lingkungan harus menyadari bahwa sampah plastik itu sangat berbahaya atau memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan.

stocksnap.io

Contoh Paragraf Induktif 2 :

Salah satu tradisi atau kebiasaan buruk yang dilakukan oleh masyarakat perkotaan adalah membuang sampah kedalam sungai. Padahal kebiasaan buruk tersebut memiliki dampak yang sangat buruk terhadap lingkungan, terutama terhadap sungai-sungai yang mengalir di perkotaan. Pasalnya kebiasaan membuang sampah kedalam sungai dapat menyebabkan sungai-sungai yang ada di perkotaan menjadi tersumbat dan bisa menyebabkan banjir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa banjir yang terjadi disebabkan karena kebiasaan membuang sampah kedalam sungai.

Pada contoh paragraf induktif yang ada diatas kalimat utamanya adalah Sehingga dapat disimpulkan bahwa banjir yang terjadi disebabkan karena kebiasaan membuang sampah kedalam sungai.

Itulah beberapa informasi mengenai paragraf induktif beserta dengan jenis-jenisnya dan juga contohnya. Dengan informasi diatas semoga dapat dijadikan referensi bagis pembaca ketika ingin membuat sebuah paragraf insuktif. Selain itu dengan beberapa informasi diatas mengenai paragraf induktif semoga dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *