Mengulik 3 Jenis Rumah Adat Khas Sunda yang Jarang Diketahui


Umum / Saturday, July 18th, 2020

 

Kebudayaan suku Sunda diketahui banyak menyimpan keunikan yang menawan dan jarang terekspos. Dimana kebudayaan tersebut dikenal menjunjung tinggi nilai sejarah, yang kemudian diwujudkan melalui corak pada sebuah bangunan dengan menggunakan simbol tertentu. Salah satu kebudayaan ini adalah rumah adat khas Sunda. Dari banyaknya bangunan rumah di tanah Sunda, ada beberapa yang jarang diketahui. Penasaran? Yuk cari tahu dalam ulasan ini.

  1. Imah Julang Ngapak

Jenis rumah satu ini merupakan rumah khas tanah Sunda yang sudah sangat jarang ditemui. Diketahui bahwa Imah Julang Ngapak merupakan rumah khas Sunda yang tertua, sehingga tidak ada masyarakat sekarang yang menggunakan desain rumah ini. Dimana rumah satu ini memiliki desain atap yang terlihat seperti seekor burung yang sedang mengepakkan sayapnya. Atap rumah ini memiliki bentuk melebar di setiap sisi dan di bagian atas berbentuk V.

Rumah jaman dulu orang Sunda ini memiliki nilai simbolik yang masih dijunjung tinggi oleh para sesepuh, dimana nilai tersebut bisa diartikan “manusia hidup tidak di atas langit tetapi juga tidak di bumi paling bawah, melainkan berada di tengah tengah.” Sehingga, bisa disimpulkan bahwa rumah adat khas Sunda ini menggambarkan bahwa pemilik rumah merupakan orang yang bisa menjadi penengah ketika berada dalam suatu permasalahan hidup.

  1. Imah Togog Anjing

Rumah khas tanah Sunda ini bisa diartikan sebagai anjing yang sedang duduk. Yang mana rumah ini mempunyai desain dengan suatu keunikan, seperti pada bagian atap rumah yang memiliki dua lapis. Atap di bagian atas berbentuk segitiga, sementara atap bagian bawah menyambung dengan atap atas dan menjorok sedikit pada bagian depan. Atap bagian bawah yang menjorok ke depan ini, bisa digunakan sebagai peneduh di bagian teras depan.

Atap milik rumah jenis Imah Togog Anjing disebut dengan sorondoy. Umumnya rumah jenis ini bisa ditemukan di daerah kabupaten Garut. Rumah ini memiliki keunikan yang terletak di keseluruhan bagian dinding yakni menggunakan anyaman bambu dan konstruksinya bisa diaplikasikan pada desain rumah modern dikarenakan gayanya yang minimalis.

  1. Imah Capit Gunting

Dalam bahasa Sunda, capit berarti menjepit atau mencapit sesuatu. Sedangkan gunting merupakan alat yang digunakan untuk memotong. Rumah adat khas Sunda ini banyak menggunakan bambu sebagai bahan utama, sementara bagian atap menggunakan daun kering sebagai penahan hujan dan panas. Desain atap rumah ini menyerupai gunting atau pisau dalam posisi menyilang. Rumah ini baik di bagian ujung atap depan ataupun belakang terdapat sebuah bambu dalam posisi X.

Jenis rumah khas tanah Sunda ini keberadaannya sudah jarang dijumpai, sehingga tidak heran jika banyak orang yang tidak tahu. Salah satu faktor rumah khas Sunda tersebut susah dijumpai karena masyarakat yang lebih banyak menggunakan desain rumah minimalis dan rumah adat lain. Jika Anda ingin melihat beberapa rumah tradisional ini, maka bisa datang ke tempat wisata yang ada di tanah Sunda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *